Thursday, January 29, 2015

Berjuang dan berusaha itu beda, Fera punya cerita

 
Tahun 2015 tampaknya menjadi tahun yang menyenangkan bagi kakak ku fera,
Sejak dahulu Fera  yang biasa ku panggil Pey, berulangkali mencoba ikut seleksi pns.  Sejak ia menamatkan kuliah di ilmu pemerintahan FISIP Unri, mulai dari tahun 2003, ia  terus mencoba namun tetap gagal.

Banyak yang bilang begini:
"Mana ada lulus murni lagi masuk pns, semuanya harus bayar, apalagi kalau yang dibutuhkan cuma 1 atau 2.  Pasti sudah ada yang mengisi," ujar mereka.

Tapi toh, tak ada salahnya mencoba kan? Fera , kakak ku tetap semangat. Berulang kali mencoba, sambil juga tetap bekerja di perusahaan lain.

Berkali-kali juga pindah pekerjaan, berbagai pengalaman yang didapat.  Baru lulus kulian, mencoba PNS, namun gagal, ia pun bekerja di salah satu perusahaan retail besar di negri ini.  Gaji lumayan untuk lulusan s1, libur sekali seminggu namun dia tak betah dengan itu.  Ia  berhenti, kemudian ia mencoba peruntungan di swasta, bekerja di salah satu dialer sepeda motor dengan posisi yang dapat jadwal libur sabtu minggu, sehingga ia bisa sambilan kuliah lagi.

Yup, ia memutuskan kuliah lagi mengambil jurusan akta IV, agar kelak dapat mencoba peruntungan menjadi guru, syukur2 guru PNS.  "Guru lagi dibutuhin, format guru saat penerimaan cpns selalu banyak", ujarnya.
 
Namun selesai kuliah akta IV, ia malah tak berminat jadi guru.  "Bukan Jiwa ku", katanya

Bosan bekerja di dealer sepeda motor, ia pun berhenti.  Mencoba peruntungan di perusahaan nasional.  Masih berhubungan dengan motor tapi lebih ke pembiayaan.  Dengan gaji  yang lumayan, posisi yang lumayan, Ia bertahan cukup lama di sana.
 
Menikah dan berkarir terus dijalani, walaupun belum diberikan momongan oleh yang di atas, namun kakak ku itu tetap semangat.  Sambil tetap berusaha mendapatkan momongan karirnya terus berjalan.  Hingga suatu waktu, ia ditawari sebagai manager sebuah perusahaan swasta dengan gaji yang wow, namun harus pindah ke luar kota. 
 
Saat itu, uang tak lagi jadi masalah, namun waktunya begitu terbatas.  Begitu sibuk dengan kerjaan sehingga segala sesuatu tampak begitu rumit.  Jika saja ia mendapatkan waktu libur dan berkunjung ke kota kami, serta mengajak kami jalan-jalan, tetap saja handphone tak berhenti bordering dan laptop tak pernah jauh dari nya.  Hingga sering kali mencari tempat nongkrong agar ia dapat juga mengerjakan pekerjaan yang harus diselesaikan.
 
Selain kondisi kerjaan yang begitu sibuk, kesehatannya juga tidak begitu membaik.  Ia di vonis menderita kista di rahimnya.   Setelah berkali-kali berobat akhirnya sampai pada kesimpulan, ia wajib di operasi, kistanya harus diangkat. Ia pun di operasi disebuah rumah sakit swasta, namun kista tersebut tidak bisa diangkat, hanya bisa dikempeskan karena posisi sudah sangat menempel dengan dinding Rahim.  Dan hal itu hanya bias mengurangi rasa sakit yang selama ini dideritanya setiap kali menstruasi datang. Setelah itu hidup berjalan seperti biasa.  Ia kembali sibuk dengan rutinitas kerjanya.  
 
Dan pada saatnya, uang bukan lah segalanya.  Dengan segala pertimbangan, mulai dari tidak adanya waktu luang yang banyak untuk keluarga hingga ingin focus punya momongan dan ingin istirahat agar keinginan punya momongan tercapai, akhirnya ia pun mengudurkan diri dari kerjaan tersebut.
 
Sejak mulai tidak bekerja lagi fera menjadi pribadi yang berbeda.  Ia juga mulai berubah menjadi pribadi yang lebih agamis.  Tidak pernah meninggalkan salat, segera salat di awal waktu, tahajud hingga senantiasa mengaji saat ini menjadi rutinitasnya di rumah.  Sampai pada akhirnya sebuah berita datang.
 
Saat ada penerimaan cpns, ia pun ikut serta.  "Coba-coba, siapa tau rezeki",  katanya.  Lagipula menurutnya, kalau PNS kerja tidak begitu berat dibandingkan saat ia jadi manager, waktu untuk keluarga lebih banyak walau gaji tidak sebanding dengan yang didapat dahulu.  Tapi ia tetap bisa focus dengan usaha untuk mendapatkan momongan.  Selain ikut ujian CPNS, Fera juga tetap berobat ke sana kemari.  Berbagai dokter dan rumah sakit dicoba. 
 
Dan akhirnya sebuah kabar sedih dan gembira datang hampir bersamaan. 
 
Berita sedih, Dokter yang selalu memeriksanya angkat tangan alias menyerah.  Menurut beliau faktor keduanya, kakak ku dan abang ipar ku itu memang sulit untuk memiliki momongan.  Ia menyarankan ambil opsi terakhir, yakni bayi tabung.  Daripada menghabiskan waktu terlalu banyak utk berobat kesana-kemari.  Maklum, pernikahan mereka telah berjalan 6 tahun.  dengan usia yang sudah kepala 3 ditambah lagi kondisi yang sulit untuk mendapatkan momongan  rasanya harus segera ambil keputusan.  Dengan wajah sedih, ia menyampaikan hal tersebut kepada ku.  
 
Namun selain cobaan, Tuhan juga memberikan hadiah kepadanya, berita gembira hadir, Ia lulus PNS di lingkungan pemerintahan kota.  Hal yang dulu rasanya tidak mungkin, karena selama ini berfikir posisi PNS selalu terkenal dengan kata KKN. 
 
Yahh, pada akhirnya penilaian manusia tidak sepenuhnya benar,
Mungkin saja selama ini kita tidak cukup berusaha,
Mungkin saja selama ini kita kurang berdoa
Mungkin saja selama ini kita hanya terus  meminta ke atas tanpa ingat memberi ke bawah
Mungkin saja selama ini kita hanya berusaha namun belum bias dikatakan BERJUANG untuk setiap hal yang kita kehendaki.
 
Semangat terus Pey...
Walau belum mulai bekerja, namun satu-satu impian mu sejak dulu sudah tercapai
Mudah-mudahan diberi jalan untuk segera dapat momongan.  Aminnnn
 
Ps:
Katanya tahun depan, selepas masa pengangkatan dari CPNS menjadi PNS ia ingin segera ikut program bayi tabung di negeri tetangga.  Walo harga tiket promo kabarnya akan dihapuskan, semoga tetap diberikan jalan agar semuanya dapat berjalan lancar.
 
 
 
 




Thursday, January 8, 2015

A Daughter's First Love



Any fool can be a father, but it takes a real Man to be a Daddy, because A Dad is a Son's first Hero and A Daughter's First Love "

Tahun baru, semangat baru



Tahun baru telah berlalu 9 hari yang lalu, bukannya merayakan, aku justru menjalani malam tahun baru, sama dengan malam-malam sebelumnya.  toh tahun baru tak wajib dirayakan.  Cukup punya niat dalam hati untuk berbuat sesuatu yang lebih baik di tahun ini.  Contohnya apa?

Hmmm sebulan sebelum tahun baru, aku telah melakukan hal baru, mendapat kerjaan baru, memasuki dunia kerja yang baru, teman-teman baru dan juga lingkungan yang baru.   Bagi ku itu sebuah perubahan yang telah aku pilih dan harus kujalankan dengan sebaik-baiknya.   Kesempatan tak selalu datang dua kali.   Kesempatan untuk memperbaiki diri dan hidup yang lebih baik.  Insyallah...

Friday, December 19, 2014

Bertemu bos india




Siang tadi, dapat kunjungan dari Mr. Prasant, vice president of vfs Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, berbagai hal dikoreksi beliau.  Detail2 kantor diperhatikan dan diberi masukan.  Mungkin memang begini jika perusahan jasa.  Bagaimanapun, kenyamanan kantor dan konsumen adalah no 1.  Alhamdulillah beliau orang yang ramah dan baik.  Segala keluhan dicatat dalam sebuah note yang khusus dia bawa. 



Nb: Jadi ingat Mani mareen,  Bos india yang seringkali memakai bedak beras di dahinya.
Apa kabarnya sekarang yaa? hahhahahaha
 

Tuesday, December 16, 2014

Last day in Riau Tv




Beberapa hari yang lalu menulis status di facebook yang bunyinya begini:

"Desember 2005 - Desember 2014, Today is last day in Riau TV. Terima kasih untuk semua ilmu, kesempatan, pengalaman, keceriaan dan segala yang pernah diberikan. Semoga Riau Tv semakin maju dan berkembang."

Yaaa..semua pada bertanya-tanya, kenapa aku resign dari rtv. bukankah enak kerja di media yang sekian lama telah mengajarkan banyak hal baru bagi kehidupan ku hingga saat sekarang.

Tak mudah memang untuk menyesuaikan segala sesuatu yang baru dan meninggalkan hal-hal telah lama dilakukan serta menjadi kebiasaan.  Biasanya setiap pagi mengejar siaran live detak Riau pagi, hingga tak sempat sarapan di rumah dan terpaksa membangunkan si kecil untuk juga harus ikut bersiap-siap diantar ke rumah neneknya.  Biasanya sibuk kesana-sini sepanjang hari, mengerjakan sesuatu untuk menghindari jika kebosanan datang.
 
Biasanya begini, biasanya begitu, biasanya seperti ini, biasanya seperti itu...
Uhh terlalu banyak kata biasanya yang susah untuk dilupakan. 
Rasa sedih ada, tapi rasa optimis harus tetap ada.  Toh, berubah untuk yang lebih baik gak ada salahnya. 
Kesempatan tidak datang dua kali.
Mungkin untuk sekarang, hal ini yang terbaik bagi ku dan kehidupan ku selanjutnya. 
Apapun pekerjaan, dimanapun kita bekerja harus ada niat yang baik, lurus dan ikhlas. 
Mudah-mudahan nanti apapun yang dihasilkan dapat maksimal dan berkah dari Allah SWT. 
 
Saat ini, walaupun belum maksimal bekerja, namun telah banyak hal baru yang didapat.  Bertemu banyak orang baru, temen baru, dan bos baru tentu saja.  Semoga kemudian akan banyak ilmu, pengalaman, dan hal baru dan berharga di kemudian harinya.  Aminn...
 
Di VFS Global, mulai dengan Bismillah....
 

Monday, December 15, 2014

Miss Bus dan Miss flight


 
Suatu hari di bulan November, aku menerima BBM dari afri, teman kantor yang tengah berlibur ke negara tetangga malaysia.  isi pesannya seperti ini:   
 
"kak.....afri ikut jejak kakak...., ketinggalan pesawat tadi hiks," tulisnya
 
Astagfirullah, jawab ku
kok bisa?," balasku
 
"Iya, padahal udah di bandara, tapi keenakan sarapan jadinya lupa," balasnya lagi.
 
Aku tertawa, trus aku sampaikan kepadanya, jangan sedih, ikhlas saja, ambil hikmahnya, karena ketinggalan pesawat bisa menambah waktu lagi untuk jalan-jalan walaupun kantong makin jebol dibuatnya.

Cerita ketinggalan pesawat/bus memang akrab dengan ku.  Sejak dulu, aku selalu dijuluki si ratu miss bus.  Dulu, saat bekerja dan tinggal di asrama, sering kali miss bus atau ketinggalan bus, Alhasil aku jadi sering naik taxi agar tidak terlambat untuk ke tempat kerja.

Miss the bus / miss the filight yang sering dikenal dengan miss bus dan miss flight punya cerita tersendiri dalam hidupku.

Suatu hari di tahun 2001, Aku bepergian sendirian dari kota penang menuju kuala lumpur menggunakan bus.  Ditengah perjalanan, entah di daerah mana, aku sudah lupa, bus tersebut berhenti di sebuah tempat peristirahatan, seluruh penumpang turun.  Seperti biasanya, aku turun untuk salat dan makan, namun saat sedang menikmati makanan, bus yang membawa ku ke tempat itu berangkat meninggalkan tempat itu.  Masih segar dalam ingatan betapa paniknya aku saat itu. karena selain dompet dan hp, seluruh barang-barang ku tinggalkan di dalam bus tersebut.  Dalam panik, aku melihat sebuah mobil sedan yang juga ingin meninggalkan tempat peristirahatan tersebut. 

Dengan sigap pula aku menghadang mobil tersebut dan berkata:

Help...!! Help.....!!

Begitu si bapak pengemudi membukakan kaca mobil langsung saja aku teriak,

Help me pak cik, Bas saye dah belepas, tolong kejarkan pak cik...please....!!!

Pengemudi tersebut masih bingung dan belum sempat menjawab, aku langsung saja membuka pintu mobilnya.  Dia yang saat itu tau aku lagi panic, tidak banyak tanya, langsung saja mengejar bus yang aku tunjuk tersebut. 

Begitu telah dekat dengan bus yang di maksud, si bapak pengemudi itu pun membunyikan klakson mobilnya dan mendahului bus tersebut.  Memberikan tanda agar bus tersebut berhenti.  Begitu bus berhenti aku pun langsung keluar dari mobil bapak tersebut dan langsung masuk ke dalam bus. 
Semua penumpang di dalam bus tertawa, aku sempat ngomel2 ke pengemudi bus tersebut sebelum kembali duduk di kursiku.

Bus itupun berjalan dan aku duduk di kursi sambil memandangi tas dan barang lainnya yang aku tinggalkan tadi di dalam bus.  Tiba-tiba alu teringat sesuatu,

Astagfirullah!!! aku lupa ucapkan terima kasih ke bapak pengemudi mobil sedan tersebut.  Karena terlalu antusias keluar dan masuk ke dalam bus tadi, ucapan terima kasihpun lupa ku ucapkan. 

Hingga saat ini, aku masih saja mengingat peristiwa tersebut.   Dalam hati, aku berkata:
Terima kasih pak, semoga Bapak  selalu diberi kemudahan dalam hidup. Aminnn...

Nb: Gambar diatas hanya  ilustrasi, diambil dari google :D
Cerita mengenai yg ketinggalan pesawat lain lagi, next time aku ceritakan lagi...heheheh

Sunday, October 26, 2014

Rindu Ayah



 Ayang dan Ayah

Siapa yang dapat menerjemahkan rindu dengan tepat? Seperti seorang anak yang rindu pada ibu dan ayahnya atau rindu seseorang kepada belahan jiwanya.  Rindu memang tak berbentuk, tak juga terkatakan serta tak juga terdefenisikan dengan benar.  Rindu hanya tentang rasa tanpa perlu dijelaskan.

Bercerita tentang rindu, jadi ingat cerita beberapa hari yang lalu.  Saat itu, seperti malam-malam sebelumnya anak ku tengah berbicara melalui pesawat telp dengan suami ku yang sedang berada di luar kota.  Dari speaker handphone yang telah kuaktifkan tersebut, aku  curi dengar pembicaraan mereka.

Ayang rindu dengan ayah?," Ujar suamiku di ujung sana

"Iya, " jawab anak ku, "Ayang rindu dengan ayah," Tambahnya lagi, dengan mata yang berkaca-kaca.

"Rindu sih rindu Nak, tapi gak usah pake nangis gitu dong," ujar ku nimbrung.

Apalah Bunda ni, Ayang gak nangis, ayang mau batuk. Huk..huk..huk...," ujarnya sambil batuk yang menyebabkan airmatanya berhamburan keluar.

Aku tersenyum sedikit terharu.

Mungkinkah ia serius berbohong kepadaku? Atau hanya menyembunyikan perasaan menutupi malu?

Anak sinetron!!!!! Ujar ku dalam hati, perasaan haru dan jengkel bercampur jadi satu.